| HOME | WRITING | IND-CLIPPING | ENG-CLIPPING | MUSIC |
Friday, July 21, 2006,4:03 PM

Warga Sipil Terus Jadi Target Israel

Kamp-kamp Pengungsi Palestina Menjadi Sasaran Serangan

Gaza City, kamis - Imbauan dan desakan masyarakat internasional agar Israel tidak menyerang warga sipil tidak diindahkan sama sekali. Pasukan zionis terus menjadikan warga sipil Palestina sebagai sasaran serangan dengan melakukan penembakan peluru kendali (rudal) dan roket ke kamp-kamp pengungsian.

Sedikitnya 14 warga Palestina tewas dan lebih dari 100 orang luka-luka selama operasi masuk ke dalam pusat kota Gaza dan kota Nablus di Tepi Barat, yang dilakukan sepanjang Rabu (19/7) hingga tengah malam.

Petugas medik Palestina kemarin menjelaskan, tiga warga tewas, termasuk seorang ibu dan putrinya, dalam serangan udara Israel terbaru ke sisi timur kamp pengungsian Al Mughazi di pusat kota Gaza, Rabu malam.

Kamis kemarin tentara Israel juga menyebarkan selebaran di kota dan desa-desa di Jalur Gaza, yang isinya memperingatkan warga bahwa siapa pun yang memiliki senjata atau amunisi di rumahnya akan menjadi target serangan Israel.

Beberapa saat setelah penyebaran selebaran itu, sebuah pesawat Israel menembakkan sedikitnya satu rudal ke sebuah kelompok warga Palestina yang tengah berdiri di tempat terbuka. Aksi brutal itu menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.

Sebuah laporan PBB, Rabu, menyebutkan bahwa Israel telah melakukan 168 kali serangan udara dan menembakkan lebih dari 600 amunisi senjata berat ke Gaza, sementara para pejuang Palestina telah menembakkan 177 roket buatan mereka sendiri ke wilayah Israel.

Rabu malam, BBC juga melaporkan, Israel melakukan serangan pada tengah malam dengan mengebom tiga terowongan yang diklaim mereka digunakan untuk memasukkan senjata. Mereka menyebutkan, operasi itu ditujukan guna melumpuhkan infrastruktur untuk teror.

Sedangkan Brigade Izz el-Deen al-Qassam Palestina menyatakan telah menembakkan dua roket ke perbatasan Kisufim, Rabu pagi, dan dua roket lainnya ke wilayah perbatasan Israel di selatan kota Sderot, Selasa.

Brigade lain, Ahmad Abu Arrish, mengaku mereka juga sudah menembakkan tiga roket buatan ke Sderot dan kota pantai Israel, Ashkelon, Rabu. Kedua kelompok pejuang Palestina itu mengatakan, penembakan roket itu merupakan respons atas serangan Israel yang tanpa henti di wilayah Lebanon dan Palestina. Namun, sejauh ini tidak dilaporkan ada kerusakan akibat serangan roket buatan Palestina itu.

Meski demikian, juru bicara Brigade Martir Al-Aqsa, Abu Yazan, mengakui salah seorang pemimpin senior mereka, Emad Ouda, ditahan oleh pasukan Israel. Dia ditangkap di kediamannya di Bethlehem.

Pendanaan Palestina

Dari Sanaa, Yaman, parlemen negara itu menyerukan dikeluarkannya sebuah undang-undang yang akan memberi jalan bagi disisihkannya sebagian pendapatan dari minyak negara itu untuk mendanai gerakan perlawanan Palestina atas Israel.

Seperti dilaporkan United Press International, anggota Partai Islah yang juga anggota parlemen Ali Ashal dan Sakr al-Wajeeh mengajukan undang-undang tersebut.

Desakan untuk mewujudkan dukungan nyata kepada rakyat Palestina juga disampaikan Sekjen Partai Unionist Nasserite yang populer sekaligus anggota parlemen, Sultan al-Atwani.

Dia menyerukan pengusiran Duta Besar AS untuk Yaman, Thomas Krajeski, sebagai bentuk protes atas dukungan AS terhadap tindakan Israel di Gaza dan Lebanon. Al-Atwani juga mendesak pemerintah mengakhiri kerja sama dengan seluruh lembaga internasional yang dikontrol AS karena veto yang dilancarkan AS atas usulan resolusi yang meminta dihentikannya kekerasan di Timur Tengah.

Di tengah kekhawatiran akan semakin meluasnya konflik di Gaza dan Lebanon ke seluruh kawasan Timur Tengah, Wakil Perdana Menteri Israel Shimon Peres mengatakan, negara zionis itu tak berencana menyerang Iran atau Suriah. Dia menyebutkan bahwa Israel sudah "sangat sibuk" dengan Lebanon dan Jalur Gaza.

Di Kota Gaza, sekitar 400 warga Palestina melakukan pawai unjuk rasa sambil membawa bendera Lebanon untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap rakyat Lebanon. Mereka membawa anak-anak di atas tandu dengan cairan menyerupai darah di mukanya untuk menyindir pemakaman warga sipil Lebanon yang tewas akibat ofensif Israel.

Di Nablus, sekitar 4.000 warga Palestina juga berdemonstrasi menunjukkan dukungan mereka terhadap para pejuang Hezbollah di Lebanon. Mereka juga menyerukan kepada Pemimpin Hezbollah Hassal Nasrallah untuk terus menyerang Israel dengan roket. "Nasrallah, pujaan kami, serang, seranglah Tel Aviv," teriak warga Palestina itu.

Petugas medik Palestina menyebutkan, tentara Israel menembakkan peluru karet kepada warga Palestina yang berdemonstrasi menentang mereka. Lima orang cedera akibat tembakan Israel itu, satu di antaranya mengalami luka sangat serius.

Wael Tanous, koresponden media satelit Al Jazeera, dan seorang reporter lainnya, Faten Ilwan, terkena tembakan peluru karet Israel saat pasukan zionis itu berusaha membubarkan aksi warga Palestina yang melemparkan batu terhadap mereka, Rabu malam.

Al Jazeera menuding Israel memang sengaja menjadikan kru-nya sebagai target selama pertempuran di Timur Tengah itu, dengan maksud untuk melumpuhkan kemampuan mereka untuk melaporkan konflik dengan kacamata yang berbeda.

Sejauh ini, pemberitaan kejadian di wilayah Palestina dan Lebanon memang dikuasai media-media Barat. (AP/AFP/OKI)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home