| HOME | WRITING | IND-CLIPPING | ENG-CLIPPING | MUSIC |
Thursday, September 28, 2006,9:24 PM

Shinzo Abe Akan Bertemu Hu Jintao

Tokyo, Rabu - Jepang menginginkan diselenggarakannya pertemuan pemimpin negara itu dengan pemimpin China sekitar Oktober untuk segera mencairkan ketegangan yang terjadi di antara kedua negara.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Aso, Rabu (27/9), sambil menambahkan bahwa kunjungan ke Beijing yang dilakukan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe merupakan salah satu opsi untuk terjadinya pertemuan itu.

"Kami ingin menyelenggarakan hal itu sekitar bulan Oktober," kata Aso yang dipilih kembali sebagai Menlu, setelah Abe terpilih sebagai PM Jepang.

Spekulasi memang telah beredar bahwa Abe kemungkinan akan bertemu Presiden China Hu Jintao, segera setelah dia menjabat sebagai PM menggantikan Junichiro Koizumi yang justru sering memicu ketegangan kedua negara bertetangga itu. Pertemuan itu kemungkinan bisa terjadi di sela-sela Pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Hanoi, November.

Abe yang mendukung kunjungan Koizumi ke Kuil Yasukuni, yang menjadi pemicu ketegangan dengan China dan Korea Selatan, Selasa (26/9), menyatakan keinginannya untuk meningkatkan hubungan dengan China. Sejauh ini, PM baru Jepang itu belum mengatakan apakah juga akan melakukan kunjungan rutin ke Kuil Yasukuni.

Surat kabar resmi China, The People’s Daily, Rabu (27/9), memperingatkan bahwa ambisi Abe untuk mempertahankan kunjungan ke Yasukuni bisa menghalangi peningkatan hubungan dengan China.

Media corong partai komunis China itu juga menyebutkan bahwa sikap Abe terhadap Asia pada masa lalu terlihat ambivalen.

"Kita bisa mengatakan bahwa halangan-halangan dalam hubungan politik antara China dan Jepang belum dihilangkan. Arah hubungan Jepang dengan negara-negara tetangganya di Asia juga akan terus dibebani faktor-faktor pengganggu dan bahaya-bahaya," kata surat kabar itu dalam rubrik komentarnya.

Peningkatan perasaan

Ketua Sekretaris Kabinet Jepang Yasuhisa Shiozaki mengungkapkan, pertemuan pejabat tertinggi Jepang dengan pejabat-pejabat tertinggi negara-negara tetangga perlu dilakukan sesegera mungkin. "Saya melihat ada suatu peningkatan perasaan di kedua pihak untuk meningkatkan lebih jauh hubungan Jepang- China dan Jepang-Korea Selatan," ujarnya.

Pada masa lalu, Presiden China Hu Jintao selalu menolak bertemu Koizumi karena pemimpin Jepang itu tidak mengindahkan keberatan China dan Korea Selatan agar Koizumi tidak melakukan kunjungan ke Kuil Yasukuni yang penuh kontroversi.

Sejauh ini PM China Wen Jiabao telah menyampaikan tekadnya melakukan "upaya tak kenal lelah" untuk meningkatkan hubungan dengan Jepang. Sementara itu, Presiden Korea Selatan Roh Moo-hyun menyerukan agar hubungan kedua negara dikembangkan dengan cara "lebih berorientasi ke masa depan".

Selain masalah kunjungan ke Yasukuni, hubungan Jepang dengan China dan Korea Selatan juga terganggu oleh sengketa batas wilayah, eksplorasi gas alam di perbatasan kedua negara, dan teks buku sejarah Jepang yang dinilai tidak jujur.

Selasa (26/9), seperti dilaporkan BBC, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, mendesak Abe mengupayakan hubungan bilateral lebih baik dan mengingatkan kembali mengenai dampak kunjungan ke Yasukuni.

Adapun di Seoul, Wakil Menlu Korea Selatan Lee Kyu-hyung, kemarin, mengatakan, dia mengharapkan Tokyo membuat upaya-upaya yang "tulus dan aktif" untuk meningkatkan hubungan.

Di Jepang, naiknya Shinzo Abe serta susunan baru kabinet yang dipilihnya disambut dengan rasa optimisme oleh para pelaku ekonomi. Indeks Nikkei, misalnya, naik 390,42 poin atau 2,51 persen hingga menjadi 15.947,87 di Bursa Saham Tokyo, kemarin. Pasar tampaknya yakin bahwa pemerintahan Abe akan melakukan langkah yang diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Jepang.

Jajak pendapat yang dilakukan kantor berita Kyodo juga menunjukkan dukungan awal yang besar kepada pemerintahan Abe, yaitu sebesar 65 persen, sedangkan 16 persen menentang. (AP/Reuters/OKI)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home