| HOME | WRITING | IND-CLIPPING | ENG-CLIPPING | MUSIC |
Thursday, April 20, 2006,10:55 AM

Komnas HAM Papua Akan Konfrontasi Pengaduan Hilangnya Ibu Pencari Suaka

Jayapura, Kompas - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta mengirimkan berkas pengaduan mengenai kasus hilangnya Siti Pandera Wanggai, ibu dari Hanike Wanggai (4) yang menerima izin tinggal sementara dari Pemerintah Australia.

Pengaduan hilangnya Siti dilakukan Nikholas Wanggai dan Marfin Wanggai di Kantor Komnas HAM di Jakarta pada Selasa (18/4).

"Materi pengaduan itu penting untuk dikirimkan ke Papua, untuk bisa dikonfrontasi dengan beberapa saksi di Jayapura," ujar anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua Fritz Ramandey, Rabu (19/4) di Jayapura.

Menurut Ramandey, Nikholas Wanggai dan Marfin Wanggai telah mengadukan bahwa Siti Pandera Wanggai hilang sejak Selasa (11/4).

Sebagai langkah awal dari pengaduan itu, Komnas HAM Perwakilan Papua telah menjumpai ibu kandung Siti Pandera Wanggai, yaitu Persila Yowei.

"Saat kami bertemu dengan ibu kandung Siti, Persila Yowei, ia justru meminta pertanggungjawaban Nikholas dan Marfin Wanggai karena merekalah yang telah membawa Siti Pandera menemui Penjabat Gubernur Papua Sodjuangon Situmorang," kata Ramandey.

Ramandey juga menyatakan bahwa Persila Yowei telah mengklarifikasi nama asli Siti.

Nama asli Siti, menurut Ramandey, adalah Siti Nurbaya Pandera, bukan Siti Pandera Wanggai. Ibu kandung Siti juga memberikan keterangan tentang sejarah hidup Siti, tetapi belum bisa dipublikasikan sekarang.

"Yang jelas, Persila Yowei menyatakan bahwa sejak Siti telah menikah lagi, Yunus Wanggai-lah yang mengasuh Hanike Wanggai," kata Ramandey. (ROW)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home